Jenis Genteng

Jenis Genteng: Kelebihan, Kekurangan & Tips Memilih yang Tepat untuk Rumah

Diposting pada: 17 Dec 2025
Bagikan:

Genteng telah lama digunakan sebagai penutup atap yang terbuat dari material alami, dan dapat didaur ulang. Material genteng menawarkan daya tahan hingga ketahanan suhu yang tahan lama. Selama perawatan rutin dilakukan, genteng memiliki masa pakai yang sangat panjang, umumnya dapat bertahan minimal 50 tahun, bahkan satu abad. 


Genteng dapat memberikan tampilan klasik pada rumah manapun berkat tampilan baris yang tumpang tindih. Menjadi pilihan populer, terdapat jenis genteng yang banyak digunakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebelum memasang genteng terbaik, pahami fungsi genteng dan cari tahu tips memilihnya. 

Fungsi Genteng

Genteng telah digunakan selama berabad-abad dan dapat ditemukan di berbagai jenis bangunan, termasuk rumah hingga bangunan umum. Genteng merupakan jenis material atap yang terbuat dari genteng-genteng individual yang disusun berpola di atap, yang berfungsi melindungi bangunan dari berbagai unsur, termasuk hujan, salju, dan angin. 


Fungsi genteng ini juga dimanfaatkan di hampir setiap iklim dan wilayah geografis, untuk mengurangi panas. Ventilasi udara alami di bawah genteng menciptakan penghalang perpindahan panas yang dapat membantu mendinginkan rumah di musim panas dan menghangatkannya di musim dingin, sehingga mengurangi biaya energi.


Selain terkenal akan daya tahan, keawetan, dan kemampuannya menahan cuaca ekstrem, fungsi genteng lainnya yaitu menawarkan tampilan elegan dan timeless, sehingga dapat meningkatkan estetika visual dan daya tarik rumah secara signifikan.

Genteng Bermaterial


Sumber: pexels


Genteng tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna, sehingga kamu dapat memilih gaya yang sesuai dengan preferensi arsitektur. Beberapa jenis genteng yang banyak digunakan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Genteng tanah liat

Genteng tanah liat (clay roof tiles) termasuk salah satu material atap tertua yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Genteng tanah liat tahan terhadap pelapukan, pembusukan, dan kerusakan akibat serangga, serta dapat bertahan hingga puluhan tahun dengan perawatan yang tepat. Jenis genteng yang banyak digunakan ini juga tahan cuaca hingga api, serta mencolok secara visual.


Namun, genteng tanah liat sangat berat, rentan pecah jika tidak dikerjakan dengan hati-hati. Maka, genteng perlu penguatan struktur tambahan dan membutuhkan tukang yang berpengalaman untuk memasangnya. Biayanya juga lebih tinggi daripada jenis genteng yang banyak digunakan lainnya. 

Genteng beton

Genteng beton (concrete roof tiles) menawarkan alternatif modern untuk tanah liat, dibuat dengan mencampurkan pasir, semen, dan air, kemudian dibentuk menjadi bentuk-bentuk genteng. Genteng beton tersedia dalam berbagai warna dan gaya, menjadikannya pilihan yang serbaguna. Daya tahan dan ketahanan panas yang ditawarkan serupa dengan jenis tanah liat namun lebih mudah menyerap kelembaban. 


Di sisi lain, beton sangat berat dan membutuhkan struktur atap yang telah diperkuat untuk menahan beban tambahan. Materialnya juga dapat memudar seiring waktu, terutama di bawah paparan sinar UV yang terus-menerus. Genteng beton harus dipasang secara profesional untuk memastikan penyelarasan yang tepat.

Genteng batu tulis

Genteng batu tulis (slate roof tiles) terbuat dari batu alam dan menawarkan estetika dramatis. Genteng ini dikenal karena warnanya yang gelap serta tekstur celah alaminya, dan biasanya dipilih untuk rumah mewah atau bersejarah. Genteng ini terbuat batu alam dengan tampilan yang unik, indah, dan material. 


Sangat tahan lama, bahkan bisa sampai satu abad. Tahan api dan ramah lingkungan, karena sepenuhnya alami dan dapat didaur ulang. Namun, bobotnya lebih berat dari genteng beton dan strukturnya perlu diperkuat agar mampu menahan beban tambahan. Pemasangannya juga sangat mahal dan membutuhkan instalasi khusus. 

Genteng komposit

Genteng komposit atau sintetis terbuat dari material seperti plastik, misalnya logam hingga PVC. Jenis genteng yang banyak digunakan ini dirancang menyerupai genteng tradisional seperti batu tulis dan tanah liat. Genteng komposit menawarkan alternatif yang lebih ringan, lebih mudah dirawat, dan karakternya mudah meniru tampilan genteng lainnya. 


Tetapi, bobotnya ringan dan tipis, membuatnya mudah penyok jika terlalu sering diinjak atau terkena benda berat. Warnanya mudah pudar untuk material metal, dan kurang bisa meredam suara untuk material PVC, kecuali menggunakan peredam.  


Baca juga: Bingung Pilih Atap? Cek Dulu Semua Jenis, Kelebihan & Kekurangannya Agar Tidak Salah Pilih!

Tips saat Memilih Jenis Genteng yang Tepat

Genteng tidak hanya tahan cuaca dan tahan lama, tetapi juga merupakan salah satu produk atap paling ramah lingkungan yang tersedia. Untuk mengetahui mana material terbaik, ada beberapa tips saat memilih jenis genteng yang tepat.

Pertimbangan kondisi cuaca dan iklim

Penting untuk memilih material jenis genteng yang dapat menahan cuaca. Untuk daerah dengan curah hujan tinggi, pilihlah genteng yang memiliki ketahanan air yang sangat baik, misalnya batu tulis dan beton. Untuk rumah di daerah berangin, disarankan menggunakan genteng ringan dan terpasang dengan aman seperti logam atau PVC. 

Pilih berdasarkan estetika dan desain

Gaya rumah akan mempengaruhi pilihan genteng. Rumah tradisional mungkin cocok dengan ubin tanah liat atau batu tulis, sementara desain yang lebih kontemporer mungkin cocok dengan genteng komposit. Pertimbangkan estetika keseluruhan properti dan bagaimana genteng tersebut akan melengkapinya.

Sesuaikan dengan anggaran

Meskipun jenis genteng batu tulis dan tanah liat menawarkan daya tahan jangka panjang, harganya bisa lebih mahal. Jika anggaran kamu terbatas, ubin beton atau komposit mungkin lebih hemat biaya sekaligus memberikan kinerja yang sangat baik.

Cek daya tahannya dan perawatan

Pastikan kamu memilih genteng yang membutuhkan perawatan minimal dan akan bertahan selama puluhan tahun. Genteng material alami memiliki daya tahan sangat baik dan membutuhkan lebih sedikit perbaikan dibandingkan dengan pilihan yang kurang tahan lama.


Baca juga: Rumah dengan Atap Pelana: Kelebihan dan Kekurangan yang Perlu Kamu Ketahui

Pilihan Plafon PVC untuk Atap Rumah di JAVAFON

Jadi, memilih genteng sebagai penutup atap membantu mengurangi biaya energi karena sifat insulasi panasnya yang sangat baik. Pemilihan genteng dan juga plafon tentu disesuaikan dengan kondisi iklim dan cuaca, misalnya jika digunakan di Indonesia cocok menggunakan material ringan, terjangkau, dan mudah dirawat. 


Plafon yang pas digunakan di daerah tropis pilihan terbaiknya jatuh kepada ULTRA Series dari JAVAFON. Selain memiliki daya tahan cuaca yang baik, plafon PVC ini menawarkan estetika rumah kontemporer di iklim tropis. Menawarkan value for money yang baik, segera dapatkan beragam plafon PVC untuk atap rumah hanya di JAVAFON!